Monday, May 24, 2010

Jiwa

0

Seorang pejuang yang paling diburu tentara elit istana akhirnya tertangkap hidup. Ia tertangkap setelah beberapa panah menembus kaki kiri dan kanannya. Namun begitu, tangan kakinya tetap dirantai dengan gembok baja.

Sepanjang perjalanan dalam gerobak kayu yang membawanya menuju istana, sang pejuang tidak menampakkan sedikit pun takut dan penyesalan. Kerumunan rakyat yang secara kebetulan berpapasan dengan iring-iringan tentara dan tawanan sang pejuang menatapinya dengan berbagai rasa. Terbersit di telinga sang pejuang suara rakyat yang berbisik ke sesama mereka, “Kasihan, ya!”

Mendapati tawanan sang pejuang sudah tiba di istana, raja begitu gembira. Ia berjanji akan memberi hadiah kepada pasukan elitnya. Saat itu juga, berita gembira itu pun disampaikan sang raja ke seluruh menterinya. “Besok, ia akan dihukum pancung karena berani menentangku!” teriak sang raja bersemangat.

Salah seorang menteri yang masih kerabat dengan sang pejuang yang ditawan, meminta izin untuk bertemu untuk terakhir kalinya. Ia begitu prihatin melihat keadaan kerabatnya yang begitu mengenaskan. Sambil berbungkuk, sang menteri berbisik, “Saudaraku, kenapa kau tidak berpura-pura mengakui kekuasaan sang raja. Kalau kamu tetap keras seperti ini, esok kamu akan dihukum mati!”

Sang pejuang yang terkulai lemas pun tiba-tiba menatap tajam kerabatnya. “Saudaraku, semua yang hidup di dunia ini pasti akan mati. Tapi perhatikanlah, tidak semua yang akan mati itu, benar-benar hidup!” ucap sang pejuang sambil tetap menatap tajam kerabatnya.

**
Hidup adalah arena pertarungan antara yang hak dan batil. Pertarungan antara idealisme sebuah kebenaran dengan tuntutan syahwat kemanusiaan. Di situlah, Allah menguji orang-orang beriman dan para aktivis kebenaran: apakah fitrah, nurani, dan jiwa mereka bisa tetap bertahan hidup dalam ruh yang mulia?

Apa yang ingin disampaikan sang pejuang ketika akan berhadapan dengan kematian adalah, ”Saudaraku, hidup bukanlah sekadar bersatunya nyawa dan jasad. Hidup adalah ketika nurani kita bisa tetap konsisten untuk memilih mana yang hak dan mana yang batil, mana kemuliaan dan mana kehinaan?” (muhammadnuh@eramuslim.com)

Friday, May 21, 2010

Mobile Training Grafika di SMKN 6 Pekanbaru

0

Laporan FEDLI AZIZ, Pekanbaru fedliaziz@riaupos.com
Grafika, bila sekadar mendengar kata itu, pastilah masih banyak yang bertanya-tanya apa gerangan. Namun, bila berbicara tentang desain grafis, icon atau logo bahkan perwajahan, orang akan tahu, kalau dunia yang satu ini bukan sekedar asik dilakoni, namun bisa menjadi peluang bisnis masa depan yang paling menjanjikan.


Selembar kertas bergambar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Yuzamri Yakup dan istri terlihat keluar dari mesin digital printing milik para siswa SMK Negeri 6 Pekanbaru. Gambarnya bersih, tampilannya juga sempurna. Begitu melihatnya, orang pun akan tahu, kalau itu adalah wajah tokoh pendidikan kota ini.

‘’Inilah kelebihan teknologi grafis. Saya dulu juga sering membuat spanduk, harus potong kertas berkali-kali, menotol pakai busa serta sablon. Anehnya, yang namanya wajah tak pernah pas dengan aslinya. Tapi sekarang, dengan teknologi komputerisasi, tak perlu lagi kotor-kotor atau rumit, wajah saya pun asli seperti ini,’’ ucap Yuzamri Yakup saat membuka ‘’Mobile Training Tenaga Teknis Grafika dan Penerbitan yang dilaksanakan SMK Negeri 6 dan Balai Grafika Medan.

Teknologi grafika ini memang berkembang pesat, karena itulah, selain harus menyiapkan perangkat, penguasaan teknologi ini juga harus terus diasah, apalagi, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan menjadi lebih mudah bila menguasai pekerjaan yang lebih banyak dilakukan oleh orang-orang di belakang layar.

‘’Saya juga sepakat kalau grafika ini disebut pengetahuan kelima, karena, ternyata memang dia dibutuhkan untuk menggambarkan warna-warni dunia. Grafika ini seni dan dia membentuk banyak hal bagi manusia. Kalau tak ada orang-orang yang bekerja di dunia ini, pastilah, semuanya akan berwarna putih,’’ jelas Yuzamri yang mengulangi penjelasan dari Koordinator Diklat mobile trianing, Nasruddin.

Menurut Nasruddin, mereka yang mengerjakan dunia grafika, atau yang lazim disebut desain grafis ini memang layak dikatakan pahlawan warna dan seni, karena, dengan aneka imajinasinya, tampilan gambar, tulisan atau grafis yang saat ini banyak terpampang di pusat pertokoan atau di sudut-sudut jalan bahkan wajah surat kabar menjadi lebih menarik.

Semua itu tak terlepas dari teknologi yang berkembang. Karena itulah, Balai Grafika Medan pun terus mengupayakan memberikan pelatihan untuk kompetensi yang saat ini banyak dibutuhkan oleh dunia kerja.

SMK Negeri 7 Pekanbaru mengutus dua orang tenaga pengajarnya untuk mendalami dunia grafika yaikni Azmi Rahman.S Kom dibidang Cetak Ofset dan Indra Fitra Ade.S Kom dibidang Disain Grafis di SMK Negeri 6 Pekanbaru selama 5 hari, mulai tanggal 17 Mei 2010 s/d 21 Mei 2010

SMK Negeri 7 Pekanbaru di tahun Pertama

1


SMK Negeri 7 Pekanbaru, adalah sekolah kejuruan yang berdiri dan mulai operasi pada tahun pelajaran 2009/2010, sekaligus merupakan SMK yang khusus membuka jurusan TIK (Teknologi Informasi dan Komputer) di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Meskipun tergolong usia yang sangat muda, namun SMK Negeri Pekanbaru memiliki kemampuan bersaing dengan smk-smk yang lainnya. Dalam membina pada siswanya untuk mahir bidang komputer, maka diambil guru-guru yang mampu dan merupakan lulusan perguruan tinggi dengan jurusan Teknik komputer, Teknik Informatika atau Manajemen Informatika, sehingga para lulusan akan sesuai sebagaimana kebutuhan pasar kerja. di tahun pertama SMK Negeri 7 Pekanbaru baru membuka jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) dan Multi Media. silakan kunjungi web nya di SMK NEGERI 7 PEKANBARU